Sehat secara Menyeluruh

Posted by Nikeardita on March 31, 2020 · 5 mins read

Di masa-masa ini, kebanyakan orang mulai menyadari dan berusaha hidup sehat agar tidak terkena virus corona. Mulai dari menjaga kebersihan, makan makanan yang sehat, berolahraga dan masih banyak lagi. Itu semua hal yang baik. Namun setelah apa yang saya alami beberapa bulan ini, saya menyadari kesehatan yang perlu kita jaga ternyata bukan hanya secara fisik saja.

3 Yohanes 1:2

Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.(TB)

Dear friend, I pray that you may enjoy good health and that all may go well with you, even as your soul is getting along well. (NIV)

Surat pribadi ini ditulis Yohanes untuk seorang yang setia bernama Gayus. Dari doa Yohanes ini dia berdoa untuk kesehatan secara jasmani/tubuh dan juga jiwanya. Yohanes menyadari pentingnya agar orang percaya memiliki kesehatan atau keadaan baik dalam aspek yang menyeluruh.

Apa itu jiwa?

“Jiwa” adalah istilah yang digunakan Alkitab sebagai perwakilan dari seorang manusia secara utuh, atau yang seringnya kita sebut sebagai “diri sendiri.” Sebagai sebuah jiwa, seorang manusia memiliki dimensi rohani, mental, fisik, dan emosional. Keempat dimensi ini berhubungan erat satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan. Cara bagaimana keempat unsur ini saling mempengaruhi adalah apa yang Alkitab maksud ketika ia merujuk kepada “jiwa.”

Semua hal yang berhubungan dengan “menjadi manusia” berkaitan dengan jiwa: mengasihi, tertawa, belajar. Gagasan mengenai jiwa mengekspresikan siapa itu manusia dalam keseluruhan hubungannya dengan Tuhan, satu sama lain, diri sendiri, dan semua ciptaan-Nya. Dalam hal ini, kita adalah jiwa itu sendiri.

Kejadian 2:7 berkata, “Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” Kata Ibrani “nephesh”, yang diterjemahkan dalam ayat ini menjadi “makhluk hidup,” adalah kata yang juga sering diterjemahkan menjadi “jiwa.” Seperti yang Joel Green utarakan, “nephesh” di sini juga dapat diterjemahkan menjadi “manusia tersebut menjadi sepenuhnya hidup.” Jiwa adalah istilah yang paling komprehensif ketika kita membicarakan siapa diri kita sebagai manusia dalam keseluruhan hidup kita

Dulu, yang saya tahu hanyalah berusaha menjaga hidup saya tetap sehat secara rohani maupun secara fisik. Saya fokus pada dua hal itu. Namun setelah 6 bulan lalu saya didiagnosa mengalami Bipolar Disorder Mixed Typed dan selama 6 bulan ini berjuang, saya menyadari saya telah mengabaikan kesehatan mental dan emosi. Memang kesehatan rohani mempengaruhi aspek-aspek yang lain, tapi kita juga perlu mengusahakan kesehatan di setiap aspeknya. Pengalaman ini menyadarkan saya untuk hidup sehat yang menyeluruh: secara rohani, fisik, mental dan emosi.

Sehat secara menyeluruh artinya kita memiliki “shalom” (kedamaian menyeluruh, baik pribadi maupun sosial), memiliki keutuhan, kesejahteraan, dan kedamaian Kristus dalam setiap dimensi kehidupan kita—roh, pikiran, tubuh, emosi, dan hubungan antarsesama. Yesus mengundang kita untuk menjalani kehidupan seperti ini: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28).

Untuk alasan ini, Tuhan tidak hanya memperhatikan kekudusan yang terkait dengan kesejahteraan rohani kita, tetapi juga kekudusan yang menuntun kepada perkembangan seluruh kehidupan kita—baik secara mental, emosional, fisik, dan rohani. Rasul Paulus membicarakan hubungan dinamis antara kerohanian, psikologi, dan biologi dalam tulisannya kepada jemaat Tesalonika:

“Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.” (1 Tesalonika 5:23–24).

Mari Merawat Diri

Mari merawat diri kita agar hidup sehat baik secara rohani melalui disiplin-disiplin rohani, sehat secara mental atau pikiran kita, emosi dan fisik. Ini artinya mengintegrasikan antara berdoa, bermain, mengasihi, bangun, memperbaiki, dan makan, bekerja, pergi ke sekolah, berolahraga, tinggal bersama keluarga dan teman, membersihkan rumah, berwisata, berbicara, tidur, melayani. Semua hal itu menjadi satu, menjadi kehidupan yang sepenuhnya hidup di dalam Kristus.

Seperti memasang masker oksigen kita dahulu dalam keadaan darurat sebuah penerbangan, merawat diri sendiri adalah sebuah tindakan kasih, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Untuk mengasihi Tuhan, sesama, dan seluruh ciptaan-Nya dengan baik, kita juga perlu mengasihi diri sendiri.

Merawat diri sendiri tidaklah serakah, tetapi memberikan kita energi yang lebih besar untuk mengasihi Tuhan dan sesama dgn sepenuh hati. Orang yang sehat mengasihi. Orang yang sehat murah hati. Orang yang sehat melayani. Orang yang sehat fisiknya kuat, mentalnya selalu siap, dan emosinya stabil. Orang yang sehat adalah pasangan yang lebih penuh kasih,orang tua yang lebih sabar, pekerja yang lebih efektif, dan lebih terlibat dalam pelayanan kepada orang lain. Merawat jiwa merupakan bentuk kasih kepada sesama yang diperpanjang ke diri kita sendiri, orang lain, dan seluruh ciptaan-Nya. Kita memelihara diri kita sendiri supaya semuanya juga ikut bertumbuh dan berkembang. Kesejahteraan dunia dimulai dari kesehatan pribadi kita sendiri.



← Previous Post Next Post