A Message of Hope

'Sebuah Pesan Pengharapan'

Posted by Nikeardita on March 30, 2020 · 11 mins read

"Sebuah Pesan Pengharapan" #worldbipolarday #personalstory

Read the English version here.

Halo semua, tulisanku kali ini cukup berbeda dan cukup sulit juga untuk menuliskannya karena ini mengenai diriku yang banyak orang belum tahu. Aku berharap melalui tulisan ini bisa menolong dan memberkati banyak orang. Amin:) Aku menulis ini untuk seluruh survivor bipolar dan care giver di Indonesia atau di tempat lain dalam rangka memperingati World Bipolar Day yang diperingati hari ini, 30 Maret 2020.

Apa itu Bipolar Disorder

Mungkin masih banyak yang belum tahu tentang bipolar disorder jadi aku mau jelasin sedikit. Bipolar disorder merupakan gangguan mood. Ada lebih dari 10.000 kasus per tahun di Indonesia (menurut www.sehat.com) Menurut alodokter, Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan emosi yang drastis. Seseorang yang menderita bipolar dapat merasakan gejala mania (sangat senang) dan depresif (sangat terpuruk). Gangguan bipolar umumnya ditandai dengan perubahan emosi yang drastis, seperti:

  1. Dari sangat bahagia menjadi sangat sedih atau dari sangat sedih tiba-tiba tertawa/bahagia.
  2. Dari percaya diri menjadi pesimis, atau sebaliknya.
  3. Dari bersemangat menjadi malas beraktivitas atau dari malas/tidak ada energi menjadi sangat aktif/bersemangat.

Penyebab Gangguan Bipolar

Penyebab pasti terjadinya gangguan bipolar belum diketahui. Namun, terdapat dugaan bahwa gangguan bipolar merupakan dampak dari adanya gangguan pada senyawa alami yang berfungsi menjaga fungsi otak (neurotransmitter). Gangguan pada neurotransmitter itu sendiri diduga dipicu oleh beberapa faktor, seperti:

  1. Genetik
  2. Sosial
  3. Lingkungan
  4. Fisik

Nikeardita

Bipolar Disorder dan Kisahku

Sejak kecil aku sudah terbiasa dengan yang namanya hidup susah. Biasa menghadapi masalah dan tidak menyerah karena masalah. Sampai di tahun 2019 hidupku baik-baik saja bahkan orang lain mungkin melihat hidupku sempurna. Aku punya pekerjaan, aktif pelayanan di gereja bahkan menjadi seorang pemimpin di sebuah organisasi. Itu kesempatan yang sulit didapatkan sebagai seorang wanita meskipun kata emansipasi sudah sering dikoar-koarkan. Aku bersyukur untuk kepercayaan itu dan aku menikmatinya.

Aku merasa hidupku sangat produktif saat-saat itu. Aku hidup disiplin, berusaha membagi waktuku dengan baik. Aku berusaha makan makanan yang sehat, olahraga dan tidur cukup. Aku juga mengembangkan diri melalui membaca buku. Aku merasa sangat menikmati hidupku dengan produktif karena aku ingin hidup maksimal, setidaknya sampai bulan Agustus tahun lalu. Karena memasuki bulan September aku mengalami sesuatu yang sulit aku pahami. Selama satu bulan itu aku mengalami kesulitan tidur, sangat sulit untuk bisa tidur walaupun sangat mengantuk. Kalaupun bisa tidur, selama tidur akan ada banyak mimpi dan juga hal-hal yang muncul di kepalaku. Itu membuatku tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Gejala lain yang aku alami adalah kehilangan energi. Bahkan ketika masih pagi aku sudah merasa sangat-sangat lelah dan tidak ada energi lagi. Hal itu juga membuat aku kehilangan motivasi dalam melakukan tugas dan tanggungjawabku bahkan sulit berkonsentrasi dalam pekerjaan. Yang lebih parah sebulan itu nafsu makan sangat berkurang drastis. Tidak ada keinginan untuk makan sama sekali, walaupun dipaksa tapi hanya bisa makan sedikit. Selain itu emosiku begitu kacau, mood begitu mudah naik turun tidak terkendali. Sering setelah pulang kerja dan ada di kamar sendiri aku menangis tanpa sebab. Aku merasa sedih yang amat dalam dan pikiran-pikiran negatif begitu deras mengalir di kepalaku. Aku merasa sangat menyedihkan. Bahkan pikiran-pikiran untuk menyakiti diri sendiri bahkan suicide thought itu sering muncul juga.

Satu bulan dengan kondisi ini aku benar-benar lelah. Berat badanku turun dari 44 menjadi 40 kg. Aku tidak tahan lagi, pasti ada yang salah dengan diriku. Aku memutuskan untuk pergi ke dokter di klinik langgananku. Dokter cantik itu sangat baik dan ramah. Aku ragu apakah yang aku alami ini perlu untuk dikonsultasikan ke seorang dokter. Tapi dia dengan penuh pengertian menjelaskan kalau tidak hanya fisik saja yang bisa sakit, tapi psikis juga. Akhirnya dokter itu memberi saran agar aku berobat ke psikiater di salah satu Rumah Sakit. Ini pertama kalinya ke psikiater jadi aku merasa takut dan aku memilih datang sendiri karena malu, takut dibilang orang gila karena aku ke psikiater. Tapi setelah ketemu, beliau asik sekali orangnya, bisa ngobrol tanpa menghakimi dan membuatku tertekan. Beliau sangat ramah, dan sangat membantu dalam proses penyembuhanku saat ini. Setelah tiga bulan dengan psikiater aku juga mulai bertemu psikolog untuk konseling, dan berbicara dengan psikolog sangat membantuku juga.

Nikeardita

Hidup dengan Bipolar itu tidak mudah

Dulu aku sama sekali tidak tahu mengenai gangguan mental apalagi bagaimana rasanya. Tapi sekarang aku tahu kalau itu sangat sangat lah sulit. Bipolar Disorder mempengaruhi semua bagian dalam hidupku. Tidak mudah menjalani hari-hari dengan mood ku yang bisa naik turun seperti roler coster kapan saja. Aku seperti menjalani hari-hari yang tidak pasti. Di dua bulan pertama aku mengalami ini aku masih menolak keadaanku. Untuk apa hidup seperti ini, rasanya sama saja dengan sudah mati hanya badanku saja masih bergerak.

Tantangan dari dalam diri sudah begitu besar, ditambah lagi stigma-stigma negatif dari orang-orang sekitar juga menambah tekananku. Pertama aku bercerita kepada orang-orang terdekat mengenai keadaanku, aku dipandang kurang beriman, kurang berdoa atau hanya karena belum mengampuni seseorang. Stigma-stigma lain yang beredar di masyarakat, membuatku merasa di label atau di judge oleh lingkunganku. Itu membuatku semakin tertekan dan menutup diri. Ditambah lagi jika aku mendengar orang lain menjadikan hal-hal gangguan mental menjadi candaan, bahan lelucon, aku sangat kesal karena itu hal yang sangat menyakitkan dan sulit untuk dialami, sedang mereka dengan entengnya menertawakan hal itu. Tapi setelah aku menerima keadaan diriku yang dengan bipolar disorder mixed type ini , aku merasa lebih baik. Aku juga bersyukur semakin kesini orang-orang terdekatku juga semakin menerimaku apa adanya serta mendukungku. Dukungan dan kasih yang mereka berikan memberiku harapan dan kekuatan untuk segera pulih dan terlebih lagi membuatku tidak menyerah.

Nikeardita

Kenapa harus bersembunyi?

Berbulan-bulan aku bersembunyi dari orang-orang di sekitarku. Aku tidak ingin mereka tahu kalau aku memiliki Bipolar disorder. Tapi menyembunyikan sesuatu dan berpura-pura kalau aku baik-baik saja justru memakan lebih banyak energi dan fokusku. Itu membuatku sangat lelah. Jadi daripada aku harus terus bersembunyi, lebih baik aku terbuka supaya aku bisa lebih fokus ke pemulihanku. Terserah apa kata orang. Aku tidak peduli jika aku harus kehilangan pekerjaan atapun teman karena mereka tahu aku memiliki bipolar disorder.

Aku juga perlu memberanikan diriku untuk membuka hal ini karena sebagai pemimpin aku takut jika orang-orang yang aku pimpin akan merasa kecewa jika tahu pemimpinnya punya gangguan mental. Tapi dorongan di hatiku semakin besar untuk terbuka. Jika mereka merasa kecewa, aku akan menerimanya. Aku lebih suka dikenal sebagai pemimpin yang dengan segala kelemahan, ketidaksempurnaan dan keterbatasanku, aku tidak menyerah dengan kepercayaan ini, karena Tuhan yang memberiku kekuatan.

Hal lain yang mendorongku untuk terbuka adalah aku ingin menyebarkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. Dulu aku tidak terlalu tahu tentang kesehatan mental dan hanya fokus pada kesehatan fisik serta rohaniku saja. Sampai aku didiagnosa memiliki bipolar disorder mixed type, aku menyadari selama ini aku kurang merawat kesehatan jiwaku. Jadi buat semuanya, jangan tunggu sakit seperti aku. Rawatlah kesehatan jiwamu mulai dari sekarang. Lakukan hal-hal yang bagimu menyenangkan untuk menghilangkan stress. Jangan ragu untuk berbicara dengan keluarga, sahabat atau pembimbingmu jika kamu punya masalah. Bahkan jika harus berbicara dengan psikolog itu hal yang baik, bukan hal yang aneh atau menunjukkan kalau kamu lemah.

Selain itu, aku juga ingin mendorong teman-teman di luar sana yang selama ini menderita dalam diam, bersembunyi di balik senyum padahal jiwamu meronta kesakitan. Kamu tidak sendiri kawan. Aku salah satunya yang berjuang. Keluarlah, carilah pertolongan. Jangan tutup dirimu terus dari bantuan dan kasih sayang orang-orang di sekelilingmu. Mengalami depresi, gangguan kecemasan atau gangguan-gangguan mental lainnya itu sewajar tubuh kita terserang flu atau menderita sakit demam. Jadi itu wajar kalau kita juga perlu ke dokter, mencari pertolongan untuk kesehatan jiwa kita. Bukan berati kita tidak percaya atau tidak mengandalkan Tuhan.

Ada harapan ketika kita percaya

Orang sering bertanya dan mempertanyakan tentang apakah orang dengan bipolar disorder dapat disembuhkan? Ada banyak orang dan praktisi kesehatan mental yang mengatakan tidak bisa sembuh. Tapi aku percaya aku bisa sembuh/pulih. Aku percaya dalam iman bahwa ini hanya sementara dan Tuhan bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan. Untuk semua Bipolar Survivor, mari terus percaya dan terus berharap, kita pasti bisa pulih. Harapan inilah kekuatan kita dan harapan itu tidak mengecewakan. Untuk semua care giver, terimakasih karena tidak menyerah dengan kami. Terimakasih sudah peduli dan menerima kami apa adanya. Percayalah semua kasih yang kamu berikan, semua kesabaran untuk menghadapi kami, itu tidak akan sia-sia :)

Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita , karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. – Roma 5 : 3-5

Nikeardita Hope never disappointed

Photographs by Daniel.

Aku akan senang mendengar cerita-cerita serupa untuk saling berbagi dan menguatkan. Atau ada pertanyaan, komentar, masukan, jangan ragu untuk menulis di komentar. Terimakasih sudah membaca dan berkunjung di blog ini :)



← Previous Post Next Post